Pengalaman perawatan gigi di Puskesmas Arjuna, Malang Kota


Hari ini saya ke Puskesmas di Jalan Arjuna, Malang Kota. Puskesmas ini dekat dengan rumah saya di Jalan Belakang RSU. Saya memakai kartu atas nama suami dan mendaftar ke poli gigi. Saya tidak menggunakan askes, jadi sebagai pemakai umum. Saya tidak diberitahu di loket bahwa saya harus membayar sekian ribu rupiah untuk membersihkan karang gigi. Petugas hanya bertanya poli apa yang saya tuju. Saya berasumsi biaya di puskesmas akan lebih terjangkau daripada di praktek luar.

Lebih murah memang tapi pelayanannya tidak memuaskan. Antrian di poli gigi pendek dan saya hanya menunggu selama 10-15 menit. Sepertinya puskesmas sedang tidak ramai. Saat dipanggil, seorang dokter perempuan meminta saya langsung duduk di kursi periksa, sementara dia mencuci peralatan di wastafel. Perempuan muda itu tidak langsung bertanya keperluan saya. Setelah selesai mencuci peralatan, dia bertanya keperluan saya yang dijawab ingin membersihkan karang gigi. Dia lalu mengatakan biayanya 30 ribu, kemudian bertanya ke dokter yang sepertinya kepala poli gigi atau semacamnya. Biaya diralat menjadi 60 ribu lalu dia bertanya, mau tidak?

Ya ampun, saya sudah duduk selonjor di kursi periksa pasien dan dia baru mengatakan biayanya dengan benar. Tidak ada informasi biaya itu di depan poli gigi atau di loket pendaftaran. Saya merasa tidak berdaya. Saya berpikir 60 ribu mungkin untuk rahang atas dan bawah. Namun dia mengatakan hari ini hanya bisa membersihkan gigi rahang bawah karena lebih banyak karang. Dia minta saya kembali Sabtu untuk membersihkan gigi rahang atas. Mulai berasa nggak beres. Pengalaman adik ipar dan suami saya membersihkan gigi di puskesmas Kalisari, Jakarta Timur kok berbeda. Sekitar setahun yang lalu adik ipar dan suami saya membersihkan karang gigi atas bawah di Puskesmas Kalisari dengan biaya sekitar 50 ribu.

Kalaupun di sebagian puskesmas melakukan hal yang sama dengan puskesmas Arjuna, Malang, rasanya kok aneh. Karena jika saya membersihkan karang gigi di praktek mandiri di luar puskesmas, tanpa askes, maka biayanya 150 ribu. Jadi hanya beda 30 ribu dari tarif puskesmas, itu pun dengan pelayanan yang lebih baik. Saat saya ditangani, peralatan yang digunakan tidak mengeluarkan air untuk mengurangi sakit dan memudahkan proses pengikisan karang, sehingga terasa ngilu dan sakit. Biasanya juga ada selang untuk menyedot air. Hampir setiap tahun saya membersihkan karang gigi jadi saya tahu. Dokter perempuan berjilbab oranye itu juga merasa heran karena air tidak keluar tapi ya tetap saja menggunakan alat itu.

Saya ditangani sebentar sekali. Hanya sekitar 5 menit. Mungkin karang gigi saya memang sedikit karena sekitar bulan November 2010 saya sudah membersihkan gigi di FKG-UI. Tapi, 5 menit? Ketika saya membayar biaya 60 ribu, dokter yang senior itu juga tidak memberikan kuitansi ke saya. Aneh kan?

Di FKG-UI saya dikenai biaya 75 ribu untuk gigi atas bawah. Memang saya ditangani oleh mahasiswa tapi hasil kerja mereka diperiksa dan dikoreksi oleh dosen. Pelayanan memuaskan, mahasiswanya ramah, memberi informasi perawatan gigi, dan menanyakan jika saya ngilu atau sakit. Peralatannya juga oke walau kemarin itu sempat terganggu karena listrik mati. UI gitu.

Pada awal 2011 saya juga sempat mengantar suami membersihkan dan menambal gigi di praktek mandiri di Cimanggis, Jakarta Timur. Ruangan periksa kecil, tertata baik, wangi, cerah, dokternya ramah, dan ada musik. Dokter gigi mengajak konsultasi dulu lalu bertindak. Biayanya 150 ribu, tidak termasuk tambal gigi. Lebih baik saya periksa ke dokter praktek mandiri.

Kebetulan, saya membaca artikel di Jawa Pos edisi 7 September (bagian Radar Malang), halaman 27  yang memberitakan bahwa Jampersal (Jaminan Persalinan) yang disediakan Kota Batu baru digunakan 4 ibu dari total anggaran 500 juta yang disiapkan. Dengan lugunya, petugas yang berwenang mengatakan tidak mengerti alasan dana tersebut tidak digunakan dan tidak diserap masyarakat. Salah satunya adalah sebagian besar ibu bersalin lebih memilih melahirkan di bidan, rumah sakit swasta, dan klinik swasta. Pernah nggak mereka bertanya, kenapa para ibu itu memilih bersalin di tempat-tempat itu? Mana yang lebih mudah dijangkau dari sisi lokasi, kemudahan perizinan, dan kualitas layanan. Nah, kalau pelayanan bersalin di puskesmas sama mengecewakan dengan layanan poli gigi, maka masyarakat yang memiliki pilihan atau duit sedikit berlebih akan memilih tempat lain. Bagaimana dengan dana yang sudah dialokasikan jika tidak terpakai? Ya, entah ya, mungkin dipakai bersama. Akhirnya Dinkes sendiri yang rugi jika masyarakat lebih memilih tempat lain untuk berobat.

Saya sedang berpikir untuk minta kuitansi itu pada hari Jumat, karena saya dengar hari Kamis mereka akan mengadakan halal bi halal. Seremonial banget sih. Minta maaf juga dong ke pasien, bukan basa-basi secara struktural. Saya akan memintanya ke kepala puskesmas. Coba saya lihat bagaimana reaksinya.

Untuk sementara, saya posting dulu di blog.

Malang, 7 September 2011

12 thoughts on “Pengalaman perawatan gigi di Puskesmas Arjuna, Malang Kota

  1. kemarin, tgl 28-11-11, sy ke puskesmas cisadea malang untuk membersihkan karang gigi bawah seharga Rp. 90rb. Kalau atas bawah Rp. 180rb. Saya heran kok ongkos masing-masing puskesmas beda ya? Apakah penetapan harga pelayanan khususnya poli gigi itu otonomi puskesmas ?. Kalau ada beda-beda harga seperti ini, tentu akan menimbulkan pikiran-pikiran yang mencurigai pihak puskesmas mencari keuntungan seperti perusahaan aj, bukan sebagai lembaga pelayan publik.

  2. klo di pusksmas trimurjo, bershin gigi atas bwah 280rb, di itung dri jmlah kselruhan gigi. jd lq yg dwsa 320rb.
    ad yg tw gx lq di RSU t brapa?

  3. Lod tdi aq ke puskesmas di daerah aku biaya bersihinn krang gigi 30rb itu atas bwah,tp ngilu bgt,, tmbal 3gigi tp ktanya 4lubang 48rb trus biaya konsul 2rb,pdhall dikasir udh byar konsul+pndftran.
    Ohya aku jga tnpa kuitansi, byar lgsg di dokternya n bag puskesmas sma seX ga tw udh dilakuin tndkan apa aja,,, gmn tuh??
    Sesuatu dech,,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s