Pengalaman Masa Kecil


Surat istimewa untuk pacar.

…… tersayang,

Kemarin malam gua sempat kirim mengenai pengalaman traumatis waktu kecil yang pengaruhnya sangat kuat sampai sekarang. Jadi waktu SD, pernah ada teman laki-laki sebaya, yang sepertinya sudah mengenal seks dari film2 bokep, suka melecehkan gua dengan memegang payudara. Dia sering mencuri kesempatan untuk melakukan itu dan dia melakukannya di ruang terbuka, beberapa teman melihatnya tapi tidak ada yang melawan hal itu atau paling tidak membela gua yang selalu memarahinya. Mereka menertawakannya, seakan lucu melihat perempuan kecil marah karena payudaranya dipegang laki-laki. Itu tidak lucu! Makanya sampai sekarang gua gemas dan selalu marah mendengar kasus pencabulan terhadap perempuan. Gua juga agak sensitif membicarakannya. Sisi positifnya, gua sudah berani membicarakannya.

Berani membicarakan dan menuliskannya di blog bagi gua adalah bagian dari membangun karakter asertif yang mungkin bagi sebagian orang masih sesuatu yang kecil. It is big for me karena gua tahu sedang mengungkapkan beberapa hal pribadi yang dinilai sebagian orang sebagai sesuatu yang tidak penting, terlalu pribadi, itu adalah aib, bahkan justru menyalahkan gua untuk kejadian pelecehan itu. Gua kadang membuka kembali halaman blog untuk melihat what happen in the past, what can I bring to the present life.

Dulu gua berpikir bahwa pengalaman gua adalah unik dan kasus itu sepertinya jarang dialami perempuan lain. Waktu kecil gua suka membaca kolom “Nah Ini Dia” di Pos Kota milik tetangga. Di kolom itu, seks yang tidak inginkan perempuan seperti sesuatu yang wajar dilakukan dan pada akhirnya bisa dinikmati si perempuan. Jadi kalau gua tidak menikmati rangsangan itu berarti gua yang tidak normal? Lalu gua pikir, gua yang tidak normal karena perempuan lain yang gua baca di Pos Kota tidak seperti itu.

Kemudian perlahan dan cukup lama gua sadar bahwa pengalaman itu tidak unik dan banyak perempuan yang mengalaminya tetapi tidak muncul dari suara perempuan sendiri dan tidak ada keberpihakan. Tahun 2004 blog belum marak jadi saya berusaha mempelajari lagi html untuk membuat website, untuk membuat ruang curhat, ruang untuk berbagi paling tidak untuk diri sendiri, paling tidak menuangkan kemarahan tanpa merugikan siapapun. Dengan browsing mengenai html itu lalu gua tahu sedikit informasi mengenai unix/linux.

Pengalaman masa kecil itu sangat berbekas karena gua sempat marah dan kecewa ketika di SMA bergabung dengan ROHIS kemudian didengungkan asumsi bahwa pelecehan seksual terjadi karena sikap perempuan yang menggoda, pakaian perempuan yang menunjukkan bentuk tubuh, dsb. Apa-apaan? Ceramah yang nggak mutu dan jelas-jelas tidak sesuai dengan pengalaman gua sendiri. Waktu itu gua masih kecil, baru dapat mens, belum ada pun lekuk tubuh, payudara juga baru tumbuh, dan tidak tahu cara atau apa manfaat menggoda cowok; dan saat itu gua menjadi obyek pelecehan. Nggak nyambung antara teori awam dengan pengalaman gua, jadi bagaimana teori itu bisa muncul? Waktu itu gua tidak bisa dan tidak kuasa bicara apalagi menulis di media. Gua pun nggak berani berteori, gua pikir hanya orang-orang yang pakai jas yang punya hak berteori.

Jangan menyamakan payudara dengan penis. Elu mungkin tidak suka jika ada orang asing yang memegang penismu tiba-tiba dan tanpa persetujuan tapi bisa menikmatinya. Sebagian besar perempuan tidak suka dan tidak akan bisa menikmatinya jika hal itu terjadi pada payudara atau vagina mereka. Ketakutan perempuan terbesar adalah diperkosa karena dalam pemerkosaan, perempuan menjadi bukan manusia. Seks tidak bisa dinikmati jika dipaksakan dan dilakukan di bawah ancaman atau ketakutan.

Lama sekali gua jadi orang yang benci payudara sendiri, anti seks, anti laki-laki, dan benci Pos Kota. Sampai kemudian, gua mulai banyak membaca tentang seks dari sudut pandang feminisme dan sejak 2005 belajar sedikit tentang maskulinitas. Hanya baca-baca di perpustakaan untuk kepuasan spiritual karena bidang ilmu yang gua tekuni di S1 bukan tentang itu. Gua belajar “menemukan” dan belajar bahwa gua bisa menemukan; menemukan kembali pengalaman gua, menemukan kembali tubuh gua dan memosisikannya di dunia yang bergender.

Jadi sebagian besar tulisan di blog itu adalah hasil penemuan gua. Bukan penemuan yang luar biasa, unik, atau hebat tapi penemuan yang pribadi, penuh emosi dan air mata, hasil refleksi, dan baru belakangan ini penemuan tentang cinta :). Ya, ini sebagian pengalaman gua. I want to share with you and other women.

I love you.

One thought on “Pengalaman Masa Kecil

  1. wow… sayasalut dengan keberaniaan saudari menulisnya di blog.. setidaknya ada suatu kelegaan yang anda rasakan walaupun tidak banyak.

    kalau boleh tahu anda sekarang usia berapa ya?
    terimakasih?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s