Apa itu Gender?


Ags 2005

Kiranya penting untuk memahami lebih jauh mengenai konsep satu ini. Dulunya pehamaman Niken mengenai kata jender juga belum jelas. Jender menjadi penting ketika manusia yang berbeda secara biologis kemudian ditafsirkan murni secara biologis. Padahal manusia lebih daripada apa yang terlihat dalam tubuh biologisnya.

Secara spesifik, penafsiran keliru terhadap sosok perempuan kemudian merembet pada bagaimana dia ditempatkan dalam struktur sosial dan berpengaruh terhadap pemenuhan haknya sebagai manusia. Perempuan dinilai sebagai setengah manusia, tidak sepenuhnya dewasa, kadang seperti hewan, kadang seperti anak-anak.

Kata jender termasuk kata yang baru masuk dalam KBBI edisi ketiga. Hal itu bukan berarti masyarakat Indonesia belum pernah mengenalnya. Sama halnya dengan feminisme,kata atau penamaan boleh berbeda tetapi arti dan maksud dari kata tersebut adalah sama. CHEMISTRY= KIMIA misalnya.

Jenis kelamin atau seks adalah pembagian dua jenis kelamin yang ditentukan secara biologis melalui kepemilikan alat reproduksi. Secara permanen tidak berubah dan dikatakan sebagai kodrat.

Sedangkan konsep jender adalah suatu sifat yang melekat pada kaum laki-laki maupun perempuan yang dikonstruksi secara sosial maupun melalui budaya. Ciri dari sifat tersebut dapat dipertukarkan, seperti laki-laki dianggap kuat, rasional dan pencari nafkah utama. Seorang perempuan identik dengan feminin, lemah dan lembut. Namun laki-laki pun punya sisi emosional dan kelembutan sementara perempuan juga memiliki ketegaran dan ambisi.

Dalam proses yang lama, perbedaan jender kemudian dianggap sebagai ketentuan Tuhan atau kodrat yang tidak bisa diubah oleh manusia. DI SINILAH letak permasalahan. Kodrat perempuan yang sekarang dianggap sebagai sifat tak terpisahkan dari seorang perempuan, tidak lain merupakan hasil konstruksi sosial dan budaya.

Lalu apa AKIBAT dan MASALAH yang ditimbulkan dari perbedaan biologis yang melahirkan perbedaan jender ini dalam kehidupan manusia?

Perbedaan jender tersebut telah melahirkan ketidakadilan dalam bentuk marjinalisasi perempuan, subordinasi, stereotipe yang merugikan, kekerasan dan beban kerja. Tekanan banyak diderita perempuan tetapi laki-laki pun mendapat tekanan dari lingkungannya untuk meng-konfirmasi nilai-nilai tersebut.

Sisi feminin yang dimiliki laki-laki ditekan oleh lingkungan agar tidak muncul karena mereka dibentuk untuk menjadi seorang kepala keluarga dan pemimpin. Seorang kepala keluarga harus memimpin dengan disiplin. Konsep disiplin biasa diidentikkan dengan sifat keras padahal sifat tegas dan konsisten justru yang penting bagi terwujudnya disiplin. Kedua sifat yang disebut belakangan sama-sama dimiliki oleh laki-laki dan perempuan.

Masalah lain yang muncul dari perbedaan antara laki-laki dan perempuan adalah bagaimana sifat maskulin dianggap lebih tinggi nilainya daripada sifat feminin. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, rasionalitas kemudian diidentikkan sebagai bagian dari sifat maskulin. Intuisi dan emosi dianggap lebih dimiliki perempuan dan dianggap rendah.

Tidak aneh kemudian dalam perkembangan ilmu pengetahuan modern, perempuan kurang mendapat tempat dan pemikiran mereka tidak diakomodasi oleh kaum elit sebagai pembuat kebijakan. Bahkan hak perempuan yang sesuai dengan kodrat mereka, seperti hamil dan melahirkan juga masih kurang diperhatikan dan kematian ibu akibat proses hamil dan melahirkan dianggap sebagai sesuatu yang alami dan berpahala.

Kajian jender adalah kajian mengenai laki-laki dan perempuan, mengenai pengkotakkan yang dibangun oleh lingkungan sosial dan pengaruhnya terhadap hubungan kedua jenis kelamin dalam kehidupan mereka. Untuk melihat jauh ke depan dan mengkritisi diri sendiri dan lingkungan kita pada hari ini, merupakan tantangan yang harus dilakukan bagi keberadaan dan peradaban manusia yang lebih baik.

—————————–

Referensi

Fakih, Mansour. 1996. Analisis gender dan transformasi sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

SM

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s